ASSALLAMUALAIKUM WARROHMATULLAH WABAROKATUH
SELAMAT BERKUNJUNG DI BLOG SAYA, SEMOGA APA YANG ADA DI BLOK INI BISA MEMBERIKAN MANFAAT ^_^

Selasa, 06 September 2016

Manusia Langit yang Tak Dikenal

Manusia Langit yang Tak Dikenal

 Sekali-kali jangan pernah merasa diri lebih tinggi, lebih besar, lebih fakih, lebih berilmu, dan lebih banyak amal, karena kita tidak tahu orang di sekeliling kita.
Bisa jadi dia biasa-biasa saja, berpenampilan sederhana, bahkan di masyarakat hanya dipandang sebelah mata, tetapi ternyata berhati mulia dan termasuk pribadi bertakwa di sisi-Nya.
ada cerita indah dan menarik, sekaligus menakjubkan, ketika membaca kisah yang dituliskan ustadz Salim A Fillah dalam bukunya “Barakallahu Laka, Bahagianya Merayakan Cinta” pada halaman 448-449.

Tulisnya dalam buku itu, “Suatu malam, Ustadz Muhammad Nazhif Masykur berkunjung ke rumah. Setelah membicarakan beberapa hal, beliau bercerita tentang tukang becak di sebuah kota di Jawa Timur”.
Ustadz Salim melanjutkan, “Ini baru cerita, kata saya. Yang saya catat adalah, pernyataan misi hidup tukang becak itu, yakni:
(1) jangan pernah menyakiti
(2) hati-hati memberi makan istri.”
 “Antum pasti tanya,” kembali Salim melanjutkan ceritanya sembari menirukan kata-kata Ustadz Muhammad. “Tukang becak macam apakah ini, sehingga punya mission statement segala?”.

Saya juga takjub dan berulang kali berseru, “Subhanallah,” mendengar kisah hidup bapak berusia 55 tahun ini. Beliau ini Hafidz Qira’at Sab’ah!
Beliau menghafal Al-qur’an lengkap dengan tujuh lagu qira’at seperti saat ia diturunkan: qira’at Imam Hafsh, Imam Warasy, dan lainnya.
Dua kalimat itu sederhana. Tetapi bayangkanlah sulitnya mewujudkan hal itu bagi kita. Jangan pernah menyakiti. Dalam tafsir beliau di antaranya adalah soal tarif becaknya.
Jangan sampai ada yang menawar, karena menawar menunjukkan ketidakrelaan dan ketersakitan.

Misalnya ada yang berkata, “Pak, terminal Rp 5.000 ya.”
Lalu dijawab,“Waduh, enggak bisa, Rp 7.000 Mbak.” Itu namanya sudah menyakiti.
Makanya, beliau tak pernah pasang tarif.
“Pak, terminal Rp 5.000 ya.” Jawabnya pasti OK. “
Pak, terminal Rp 3.000 ya.” Jawabnya juga OK.
Bahkan kalau,“Pak, terminal Rp 1.000 ya.” Jawabnya juga sama, OK.

 Gusti Allah, manusia macam apa ini. Kalimat kedua, hati-hati memberi makan istri. Artinya, sang istri hanya akan makan dari keringat dan becak tuanya. Rumahnya berdinding gedek. Istrinya berjualan gorengan.

Stop!
 Jangan dikira beliau tidak bisa mengambil yang lebih dari itu. Harap tahu, putra beliau dua orang. Hafidz Al-qur’an semua. Salah satunya sudah menjadi dosen terkenal di perguruan tinggi negeri (PTN) terkemuka di Jakarta. Adiknya, tak kalah sukses.
Pejabat strategis di pemerintah. Uniknya, saat pulang, anak-anak sukses ini tak berani berpenampilan mewah. Mobil ditinggal beberapa blok dari rumah. Semua aksesoris, seperti arloji dan handphone dilucuti. Bahkan, baju parlente diganti kaus oblong dan celana sederhana. Ini adab, tata krama. Sudah berulang kali sang putra mencoba meminta bapak dan ibunya ikut ke Jakarta.

Tetapi tidak pernah tersampaikan. Setiap kali akan bicara serasa tercekat di tenggorokan, lalu mereka hanya bisa menangis. Menangis.
Sang bapak selalu bercerita tentang kebahagiaannya, dan dia mempersilakan putra-putranya menikmati kebahagiaan mereka sendiri.
Ustadz Salim melanjutkan, “Waktu saya ceritakan ini pada istri di Gedung Bedah Sentral RSUP Dr. Sardjito keesokan harinya, kami menangis. Ada banyak kekasih Allah yang tak kita kenal.”

sumber : Tausiyahku

BERSIHNYA NIAT


Kisah Mengagumkan Tentang Bersihnya Niat

Tholhah bin ‘Abdirrahman bin’ Auf adalah orang paling terpandang dari suku Quraisy di zamannya.

Suatu hari, isteri beliau berkata kepadanya :
“Saya belum pernah melihat ada kaum yang paling mudah mengeluh seperti saudara² Anda.” .

Tholhah bertanya : “Kenapa bisa begitu?” .
Isterinya menjawab : “Karena saya perhatikan, jika Anda dalam keadaan berharta (kaya), mereka selalu bersama Anda.
Namun, jika Anda tidak memiliki harta (fakir), mereka meninggalkan Anda.” .

Tholhah pun menjawab : “Hal ini, demi Allah! Bahkan merupakan kemuliaan akhlak mereka! Mereka mendatangi kita saat kita memiliki kemampuan untuk memuliakan mereka.
 Dan mereka meninggalkan kita saat kondisi kita tidak mampu untuk memenuhi hak mereka.” .

 Imam al-Mâwardî ketika mengomentari kisah di atas mengatakan : “Perhatikanlah, bagaimana beliau menakwilkan hal ini dengan kemurahan hatinya, sehingga beliau jadikan perbuatan buruk mereka sebagai suatu kebaikan, dan beliau berikan udzur (dispensasi) secara nyata.
Dan hal ini, demi Allâh, menunjukkan bahwa hati yang bersih itu adalah ketenangan di dunia dan ghanimah (harta rampasan) di akhirat, serta merupakan sebab masuk ke dalam surga.
وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِم مِّنْ غِلٍّ إِخْوَانًا عَلَىٰ سُرُرٍ مُّتَقَابِلِينَ . “
Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan.” (QS al-Hijr : 47)

sumber : Teladan Rasul

JANGANLAH SOMBONG




Janganlah sombong
karena tak pantas lah kau itu sombong
apa yg bs kau sombongkan sejatinya semua yg kau punya hanya sekedar pemberian
kalaupun kau laki2 tertampan sedunia
ataukah wanita tercantik sejagat raya
jgn pernah merasa sombong
sekalipun kau miliki seluruh harta di dunia
kau dipandang terhormat karena kedudukanmu
tak usahlah sombong



karena semua yg kau punya hanya anugerah
yg sewaktu waktu dapat ditarik kembali jika kau tak amanah
kalau TUHAN mengambil semua yg kau punya
memang kau bisa apa

kita dilarang untuk sombong
karena asal kita pun dari sumber yg dipandang hina
pelajari dari apa yang diperbuat iblis dahulu
karena kesombongannya dia pun terhina
padahal mulanya dari setitik api yg lebih mulia dari kita
mereka punya wajah yg rupawan,
bisa jadi tak satupun manusia menyamai kerupawanan mereka
mereka punya keunggulan yg mampu terbang melintasi alam semesta dgn bentangan sayap nya
tapi akhirnya.....
keadaan berbanding terbalik setelah kesombongannya

sombong itu hanya pantas untuk ALLAH
Robb yang maha tinggi lagi suci dari kekurangan
TUHAN SEMESTA ALAM

Jumat, 02 September 2016

JIKA AKU JATUH CINTA

Kata ibu titik puspa, kalau jatuh cinta itu berjuta juta rasanya
Ada rasa manis, asam , asin , pahit
Dan bahkan kata om jamal mirdad kalau seseorang sedang jatuh cinta
Makan t*i kucing pun akan berasa makan cokelat.
Hmmm.......benarkah????

Entah bagaimana rasanya jika aku jatuh cinta
Apa mungkin hatiku berbunga bunga atau bahkan berduri duri
Susah memang mendefinisikan CINTA

Para pujangga selalu menggambarkannya dalam bait bait puisi yang indah
Para biduan selalu menyanyikannya dengan syair lagu yang terdengar romantis

Tapi entah bagaimana indah nya jatuh cinta itu, aku sendiri tak pernah merasakannya

Aku tak begitu suka dengan bait bait puisi yang begitu berlebihan mengisyaratkan cinta
walaupun ku berusaha untuk bisa menerimanya
Aku tak sanggup membuat puisi cinta dengan kata2 romantisnya,
karena terasa geli bila ku coba membuatnya 

Jika aku mulai menyukai seseorang....
Maka bersamaan dengan itu aku pun membencinya luar biasa
Sungguh memilukan rasa ini

Entahlah.....
aku bingung mau nulis apaaaaaaaaaaaaaaa

Kamis, 01 September 2016

DOA

Ingin ku belajar melepas penat
menghindari semua yang ada
tak tahu harus kemana kuberlari sedangkan seolah kedua kakiku terikat
hatiku terasa lapar dan pikiranku terasa haus

Menatap birunya langit dengan pandangan yang kosong
tanpa kusadari bulir air pun mengalir dipipiku...
TUHAN.... dihadapanMu aku amatlah kecil
dengan tergetar kuangkat kedua telapak tanganku seraya meminta
bagaikan seorang musafir yang kelaparan
remuk redam jauh menghantam jiwaku
tak sanggup ku menahan diri betapa ingin ku mengadu
layaknya seorang gadis kecil yang merengek dihadapan sang ayah

 KAU... yang membuatku masih mampu berharap
hingga ku paksa kan senyum tetap terukir diwajahku
kusadari betapa sayang Dirimu padaku
karena nya semua ini harus ku jalani

Aku percaya KAU selalu mengawasiku
bahkan disudut manapun ku berusaha sembunyi
tak mampu ku berlari dari tatapan MU
dan aku pun bersimpuh...
Beri aku kekuatan YA ILLAHI...

MAHA BAIK ALLAH

Pernahkah terpikir oleh mu
Saat usia mu tua renta kau sendiri an
Fisik mulai melemah, tak lagi mampu berbuat banyak
Gerak langkah mu terbatasi
Seluruh kemampuan indra mu terbatasi

Kita tak pernah tahu sampai berapa lama menghirup nafas ini
Kita tak pernah tahu bagaimana akhir kita nanti

 Banyak lah berbuat yang baik
Agar hidup berakhir baik

Karena kita pun akan mati
Sesuai kebiasaan masing2
Yang berakhir di usia muda beruntung lah karena terbebas dari banyaknya maksiat
Yang berakhir di usia tua bersyukur lah karena masih banyak kesempatan tuk bertaubat

ALLAH itu maha baik
Sebaik bagaimana prasangka kita padaNya

SYUKUR ku


Ragaku hampa ditelan kabut
Lelah mencari namun tak bisa ku temui
Mencari sebutir berlian di gundukan pasir
Namun hanya butiran-butiran kerikil yang ku dapati

TUHAN... Ternyata aku memang masih begitu picik
Terlena dan terbuai dunia
Mungkin kurang syukurku atas rahmat MU
Sedangkan disana,
Ada sosok tua renta berjalan terseok-seok
dengan beban dipunggungnya
Tak kudapati keluh kesah dan gerutunya
Melainkan sebuah senyuman yang begitu tulus menyapa

 Kubandingkan diriku dan dirinya
Ternyata aku lebih beruntung darinya
Tak pernah kurasakan hari-hari berjalan dibawah terik matahari menjajakan barang dagangan
Aku masih bisa duduk manis di tempat yang teduh dan dingin
Dan terkadang masih ditemani beberapa makanan kecil dan air putih segar

Astagfirullah....
Kurasa malu yang amat sangat
Ternyata masih begini rendah iman ku

 KAU memberiku jalan rizki dan tempat yang baik
Sudah seharusnyalah ku ucapkan syukur tiada henti
Maafkan aku YA ALLAH...
atas segala keluh kesah ku